imagesMuncar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Kelurahan/desa yang terdapat di kecamatan ini adalah:

  1. Blambangan
  2. Kedungrejo
  3. Kedungringin
  4. Kumendung
  5. Sumberberas
  6. Sumbersewu
  7. Tambakrejo
  8. Tapanrejo
  9. Tembokrejo
  10. Wringin Putih

IkanTongkolMuncar merupakan penghasil ikan terbesar kedua di Indonesia setelah Bagan Si Api Api. Berbagai ikan yang di hasilkan di daerah ini. Muncar juga merupakan pusat industri sarden atau ikan kaleng. Di Indonesia, pasaran ikan kaleng pelagis (ikan permukaan laut) didominasi ikan sarden (sardines) dan makarel (mackerel). Khusus produk ikan sarden kalengan domestik, bahan bakunya bisa dipastikan ikan lemuru (Sardinella lemuru). Ikan ini banyak terdapat di Selat Bali, wilayah perairan antara Banyuwangi (Jawa Timur) dan Bali. Dalam versi Inggris, ikan ini disebut bali sardinella. Sementara, yang terkenal sebagai ikan sarden sebetulnya sarden jepang (Sardinella melanostica).Karena nama lemuru kurang memiliki nilai jual, maka yang dicantumkan di dalam kaleng hanya nama depannya. Jadilah si lemuru dijual sebagai sarden atawa sardencis. Mirip kebiasaan artis yang suka memakai nama beken ketimbang nama aslinya. Dengan kata lain, saat “memasak” sarden, tak perlu mencari-cari nama lemuru di kalengnya. Dijamin tidak akan ditemukan. Dari segi nutrisi pun ikan lemuru tidak kalah bergizi dibandingkan dengan sarden jepang. Bedanya cuma perkara tempat hidup.

Indonesia sebetulnya punya beberapa jenis sarden. Sebut saja Sardinella longiceps, Sardinella sirm, Sardinella leigaster, dan Sardinella clupeoides. Nama-nama ini merupakan produk tangkapan yang berasal dari Pulau Seribu, Pekalongan, Tegal, dan Pelabuhan Ratu. Hanya saja populasinya relatif kecil sehingga kalah ngetop dengan lemuru selat Bali.

Di kalangan penjual ikan segar, lemuru tergolong ikan yang tidak disukai karena gampang busuk. Dulu, ketika industri pengalengan ikan belum berkembang, nasib lemuru tidak berbeda dengan jenis ikan lain yang biasa dijual di pasar tradisional.

Culture of Muncar

Muncar Sea Offering Ceremony (English Version)

banyuwangi petik laut 03The Muncar Sea Offering Ceremony has existed since the development of Luhpang-pang became the central cathhing fish activities. The Ceremony was done based on the “Pranatamangsa”, but, then it’s always done every Suro month (the calender of java). Muncar Sea Offering is a sacral activity. in this ceremony, the miniature of fisherman’s ship with full of sesaji which comprises of the head of goat, various cakes, friuts,gold fishing hook, opium and two alive cocks are drifted into the sea.
In the night preparing the sesaji in the ship miniatur the poeple stay awake all night. some of them read the holy Qur’an. In the morning before the ship miniatur is drifted in to the sea it is brought around the village, which is called “Ider Bumi”
The ship miniatur, then is brought into parade in the sea followed by hundreds of the decorated fiherman’s ship and drifted. After that, the poeple visit the tomp of Sayid yusuf, the firs man who opened Muncar area, at sembulungan. Gandrung dance is performed here.
Finally,the poeple finish their activities and back to the beach. the poeple are bathed with sea water. it’s symbolized the blessing of Syang Hyang Iwak, a Sea goddess to them.

Petik Laut Muncar (Indonesian Version)

Petik laut Muncar sudah ada sejak Lihpanggang berkembang menjadi pusat kegiatan penangkapan ikan. Pada mulanya upacara dilaksanakan berdasarkan pranatamangsa, kemudian dilaksanakan setiap bulan Sura. Upacara ini bernilai sakral dengan acara puncaknya adalah melarung perahu kecil yang berisi sesaji yang terdiri dari kepala kambing, berbagai macam kue, buah- buahan, pancing emas, candu dan dua ekor ayam jantan yang masih hidup.
Pada malam harinya, di tempat perahu untuk sesaji dipersiapkan dilakukan tirakatan. Di beberapa surau atau rumah diadakan pengajian atau semaan sebelum perahu dilarung, perahu sesaji tersebut diarak diperkampungan, dan kegiatan ini disebut dengan idher bumi.
Selanjutnya perahu tersebut dilarung diiringi oleh ratusan perahu nelayan yang dihiasi dengan umbul-umbul. Perjalanan diteruskan ke Sembulungan, ke makan Sayid yusuf, orang pertama yang membuka daerah tersebut. Disinilah biasanya tari gandrung di pentaskan. Sepulang dari sembulungan perahu nelayan yang akan mendarat di guyur dengan air laut yang di gambarkan sebagai guyuran Shang Hyang Iwak, sebagai Dewi laut.

muncar1

Sekian dulu ulasan saya mengenai bagian lain dari Banyuwangi bumi blambangan, yang memiliki sumber alam istimewa namun kurang optimal dalam mengolahnya. Semoga, generasi penerus mampu mengubahnya menjadi kota pariwisata dan agro terbesar di Indonesia.

ok laros, mage onok waktu, jenggirat tangi, kembangkan blambangan lare’..

Hi guys,

Kali ini saya kembali mendokumentasikan hasil belajar saya dalam blog ini. Kali ini, saya memposting tentang web service. Adapun dalam bahasan kali ini, saya akan mengulas tentang apa itu web service, mengapa menggunakan web service, dan bagaimana cara implementasinya. Mungkin bagi anda yang belum familiar dengan develop skala enterprise, akan sedikit kesulitan memahami ini, saya sarankan untuk memahami dahulu, dasar dasar pembangunan aplikasi enterprise sebelum belajar artikel ini. Saya harapkan dengan tulisan ini, bisa menjadi bahan belajar bagi yang sedang belajar dan menjadi bahan saran kritik, bagi yang sudah expert. Ok guys, mari kita mulai untuk belajar web service.

  • Pengertian Web service
  • Web Service merupakan sebuah aplikasi component yang dapat mengconvertt sebuah aplikasi menjadi web aplikasi yang nantinya bisa di publish di seluruh dunia. Secara rincinya web service dapat di rincikan sebagai berikut :

      1.Web service berkomunikasi menggunakan open protocol
      2.Self contained and self describing
      3.Bisa digunakan oleh applikasi yang lainnya
      4.Dapat di jelajah dengan UDDI(akan dijelaskan lebih lanjut)
    Cara Kerja Web Service

    Basic dari Web Service adalah XML dan HTTP

    XML merupakan tool bahasa yang bisa digunakan untuk berbagai platform dan berbagai bahasa, sementara HTTP merupakan Internet Protokol yang paling banyak digunakan.

    Element Element Platform Web Service,
    Web Service memiliki tiga basic element :SOAP,WSDL,UDDISOAP
    Merupakan protokol yang berbasis XML sebagai media pertukaran informasi dari aplikasi melalui HTTP

    Atau lebih simplenya, SOAP merupakan protokol untuk mengakses Web Service

    Lebih rincinya sebagai berikut :

    1.SOAP(Simple Object Access Protokol), merupakan protokol komunikasi.

    2.SOAP merupakan format untuk mengirim pesan

    3.SOAP didesain untuk komunikasi via internet.

    4.SOAP merupakan independent platform&language.

    5.SOAP berbasis XML, simple dan extensible.

    WSDL

    Web Service Description Language, merupakan bahasa berbasis XML yang digunakan,

    untuk menempatkan dan mendescribsikan Web Service.

    UDDI

    Universal Description, Discovery and Integration, merupakan directory service,

    dimana, perusahaan/instansi dapat mendaftarkan dan melacak Web Service

    Lebih jelasnya sebagai berikut :

    1.UDDI, merupakan direktori untuk menyimpan informasi tentang Web Service.

    2.UDDI, merupakan direktori dari interface web service yang di describsikan oleh WSDL.

    3.UDDI, berkomunikasi melalui SOAP.

  • Mengapa menggunakan Web service
  • Berikut alasan alasan, mengapa menggunakan Web Service

    1.Interoperability menjadi prioritas utama

    Ketika semua platform besar mampu mengakses Web menggunakan Web Browser, platform yang berbeda beda mampu berinteraksi.

    Agar platform platform ini dapat bekerja sama, maka dibangunlah applikasi web

    Aplikasi web merupakan aplikasi simple yang berjalan di web, dibangun dengan standart Web browser,

    dan bisa digunakan oleh browser apapun dan platform apapun.

    2.Web Service membawa aplikasi web ke level selanjutnya

    Dengan meggunakan Web service, aplikasi web anda akan di publish ke seluruh antero dunia

    Web Service menggunakan XML untuk encode dan decode data, dan menggunakan SOAP,

    untuk mengangkutnya menggunakan open protocol

    Web Service memiliki dua tipe penggunaan

    1.Reusable application-components.

    Maksud term diatas adalah, sering kali sebuah aplikasi dibutuhkan berulang ulang,

    mengapa harus membuat aplikasi yang dibutuhkan itu terus terusan.?

    Web Service memberikan application-component seperti : currency conversion,

    weather reports, or even language translation as services.

    2.Connect existing software

    Web Service membantu menyelesaikan permasalahan interoperability dengan memberikan jalur berbeda pada aplikasi sebagai linknya.

    Dengan Web Service, anda dapat menukar data meski berbeda aplikasi dan platform.

  • Bagaimana cara penggunaan Web Service
  • Oke, sekarang kita mulai untuk mencoba membuat simple web service. Kali ini saya akan membuat,

    aplikasi penjumlahan dengan menggunakan IDE Netbeans. Goal dari aplikasi ini adalah,

    Membuktikan bahwa Web Service mampu di gunakan dalam berbagai aplikasi.

    Dalam percobaan ini, saya menggunakan Netbeans 6.5(bisa donlod disini).

    Selain itu saya juga menggunakan JDK versi 6(bisa donlod disini)

    Ok, buat Web Project baru, beri nama sesuai keinginan anda.

    1

    Dalam percobaan ini saya memberi nama Simple web service, kemudian pilihlah container yang anda inginkan, saya menggunakan tomcat sebagi web server nya. Kemudian klik finish.

    Setelah itu, klik kanan pada web project anda, pilih new –>Web Service, beri nama sesuai keinginan anda. Dan jangan lupa untuk membuat package sebagai tempat dari web service ini. Akan tampak tampilan seperti berikut ini

    2
    Setelah itu, tambahkan logic, dalam kasus ini saya akan membuat logic penjumlahan dua bilangan. Jadi nantinya Web Service ini akan membawa return value sebagai parameter untuk di operasikan. Step – stepnya sebagaimana tampak dalam gambar berikut ini

    1. klik kanan pada web service, kemudian add operation

    3

    2. Gantilah parameter parameter yang diinginkan, sebagaimana tampak pada gambar berikut

    4

    3.Di source editor anda akan muncul code yang di generate oleh net beans, tambahkan code sebagai berikut

    5

    4. Untuk mengetes apakah webservice ini bisa berjalan atau tidak, maka perlu di lakukan sedikit pengesetan,

    4.1. klik kanan pada project –>properties

    6

    4.2. Masukkan nilai context path pada Realative URL

    7

    Kemudian run project anda, bila sukses maka akan muncul tampilan seperti berikut ini

    8

    Mengakses Web Service melalui berbagai media.

    1.Melalui java SE

    1.1. Buat java project baru

    9

    Kemudian beri nama

    10

    Tambahkan Web Service Client, dengan cara klik kanan project –> new –> web service client

    11

    pada main method anda panggil web service yang telah dibuat, klik kanan –> Web Service Client Resources –> Call Web Service Operation

    12

    Pilih sampai node terakhir dari web service yang anda buat

    13

    14

    Kemudian akan muncul generate code dari pemanggilan web service tersebut, kemudian ubahlah sedikit pada code tersebut, hingga seperti ini

    15

    coba run project anda, maka jika berhasil di console output akan muncul tampilan seperti berikut

    15

    Terbukti, web service bisa dipanggil dengan menggunakan aplikasi java standart.

    2. Menguji dengan JSP

    buat web project baru , new –> dynamic web project

    17

    beri nama web project anda

    18

    tambahkan web service client, klik kanan project –> new –> web service client

    19

    panggil web service di dalam halaman jsp anda, tepatnya di index.jsp, di dalam body

    20

    pilih node add web service yang berada di project jsp anda

    21

    Kemudian ubahlah sedikit code pada code yang telah di generate, menjadi seperti ini

    22

    Kemudian run project anda, jika sukses maka akan muncul tampilan seperti berikut ini

    23

    Terbukti bukan, dengan aplikasi JSP yang kita dapat mengakses web service yang telah dibuat

    3.Menggunakan servlet sebagai client

    Buat web project baru, kemudian berinama.

    Kemudian buat package untuk menempatkan servlet yang akan kita buat

    24

    Kemudian buatlah servlet, dan beri nama serta masukkan di dalam package yang telah dibuat

    25

    26

    Tambahkan web service client

    27

    Kemudian tepat dibawah request.getContentPath(), klik kanan panggil web servicenya

    28

    29

    Kemudian tambahkan sedikit code pada code hasil generate, hingga seperti ini

    30

    Kemudian editlah sedikit script pada web.xml, agar servlet dapat di jalankan langsung.

    31

    32

    Kemudian run project anda, jika sukses maka akan muncul tampilan seperti berikut

    33

    Ok, selesai sudah pembahasan dasar mengenai web service, semoga ini bermanfaat dan jangan lupa untuk memberikan saran dan kritik, sehingga teknologi di Indonesia semakin meningkat.

    Cheers..🙂

gandrung3Banyuwangi, suatu daerah yang sangat istimewa namun hanya segelintir mata yang mengetahui. Keindahan alamnya begitu mempesona, memiliki banyak pantai dengan keindahan laksana surga, tempat para satwa bernaung, berlindung dari keserakahan umat manusia, memiliki gelombang yang tertinggi di dunia setelah hawaii, memiliki budaya yang merupakan perpaduan antara Bali dan Banten, ditempati oleh ragam etnis, melayu, bugis, madura, jawa, arab, dan juga penduduk pribumi “using”. Wilayah yang sangat unik, wilayah yang pernah menjadi kontroversi ketika semasa Majapahit, dimana bhre Wirabumi, yang notabene adalah keturunan Majapahit, konon tinggal dan membesarkan Banyuwangi, yang waktu itu berjuluk Blambangan. Konon, menurut cerita para sesepuh, dia tinggal di Blambangan lantaran menjadi korban politik perebutan kekuasaan di Majapahit, bahkan hingga dia tinggal di Blambangan sekalipun, masih menjadi korban politik waktu itu, dia lebih dikenal sebagai Menak Jinggo, yang dikenal sebagai tokoh raksasa, berwajah menakutkan, dan suka berlaku sewenang wenang.
Itulah sejarah, yang bisa diputar balikkan faktanya.

Dan itulah sekilas tentang Banyuwangi, tentunya tak ingin satupun yang ingin kehilangan keindahan tempat ini. Tempat sebagai penghasil ikan terbesar Indonesia setelah bagan si api api.
Dan akhirnya, sekarang muncul, sebuah ancaman akan keindahan Banyuwangi. Setelah muncul adanya hasil penelitian, di wilayah pancer, pesanggaran, tepatnya di gunung tumpang pitu, terdapat sumber emas. Inilah yang menjadi dilema Banyuwangi, apakah ini bisa dikatakan rezeki atau sebaliknya, sebuah bencana. Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana lembah baliem papua, luluh lantah, hasil exploitasi emas dan tembaga, dimana tanah air ini benar – benar dirugikan karenanya. Akankah, lembah baliem kedua terjadi di tumpang pitu Banyuwangi. Saya sungguh berharap, kepedulian semuanya terhadap kasus ini. Jangan sampai, sumber alam yang seharusnya membawa negeri ini ke kondisi lebih baik, malah dirugikan. Jangan sampai kita makan ubi di tengah pesta pora para exploiter.
grajagan-banyuwangi Lihatlah mereka, akankah asa yang telah mereka retas, akan sirna lantaran berkah emas ini, atau justru dengan emas ini membawa mereka mengulang kejayaan Majapahit waktu dulu. Kita yang akan menjawabnya.
Demikian, ulasan saya, para LAROS, jangan sampai kita dibodohi di tanah air sendiri, jangan sampai kita menderita di kampung mama. JENGGIRAT TANGI LARE’ !!!

Create WAR file using eclipse

Posted: June 15, 2009 in Another Java

Hello java freak,

Kali ini pemula ini ingin berbagi pengalaman untuk membuat War file menggunakan eclipse. Saya asumsikan kita sudah sama – sama tahu kalau War file inilah yang akan di deploy di server sebagai aplikasi web. Saya waktu itu kesulitan, di direktori mana sih war file hasil buatan eclipse itu? maklum, sebelumnya saya menggunakan netbeans sebagai IDE. Kalau di dalam netbeans, mungkin kita udah pada tahu kan kalo War file nya ada di dalam direktori berlabel dist. Jadi netbeans sudah membuatkan secara otomatis file war tersebut. Tapi di eclipse, itu ternyata tidak terjadi. Ok, mari kita mulai membuat War file menggunakan eclipse. Kali ini saya masih menggunakan eclipse ganymede.
here we go

saya asumsikan anda sudah membuat/mempraktekkan tutorial yang saya buat sebelumnya, yang berjudul Membuat Login dan User management basic menggunakan struts. Untuk membuat war file dengan eclipse, ternyata sangat mudah, begini langkah2nya :
1.klik file –> pilih export

1

kemudian pilih WAR file, sebagaimana tampak pada gambar di bawah ini :

2

setelah itu, klik dropdown list Web project. Dan jangan lupa arahkan direktori tujuan sebagai tempat hasil War file yang telah dibuat. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di gambar berikut ini ;

3

jika yang anda inputkan benar maka akan muncul tampilan seperti berikut ini :

4

kemudian klik finish.

jadi deh, war filenya, siap di deploy di server deh. Sangat gampang kan🙂

cheers,…

Halo para java lover,

Ijinkan pemula ini menuliskan sedikit hasil belajarnya. Tulisan ini mengenai penggunaan fitur java yaitu teknologi menggunakan struts untuk membuat user login dan user management. Adapun dalam tutorial ini, penulis hanya menyajikan fungsionalitas struts sebagai controller, untuk tampilan dan penanganan lebih dalam, bisa anda kembangkan sendiri. Dalam tutorial ini, penulis menggunakan IDE eclipse ganymede. Oke, sebelum kita mulai, pastikan sudah menyiapkan peripheral berikut :

  1. JDK 1.5 keatas (download disini kalo belum punya)
  2. Tomcat 5.x.  keatas atau container lainnya (download disini disini kalo belum punya)
  3. Eclipse 3.2.x keatas (download disini disini kalo belum punya)
  4. Struts JAR files:(download disini).

Pastikan library berikut ini sudah ditambahkan.

* struts.jar
* common-logging.jar
* common-beanutils.jar
* common-collections.jar
* common-digester.jar

oke, mari kita mulai, Buka IDE eclipse –> File –> New –> Project, kemudian pilih dynamic web project

eclipse-new-project-struts-example

Kemudian kasih nama projek web anda, terserah anda

name

Setelah selesai, tambahkan server/container yang anda gunakan, dalam tutorial ini saya menggunakan tomcat 5. Maka tampilan struktur projek anda akan tampak seperti ini

projectname
setelah itu tambahkan librari librari yang dibutuhkan pada folder lib di dalam folder web-inf, kalau folder lib nya belum ada, maka silahkan anda buat terlebih dahulu

struts-jar-in-lib-folder

Langkah selanjutnya adalah menambahkan servlet config pada web.xml yang dengan menembak kelas dari framework struts yang ada pada org.apache.struts.action.ActionServlet
Buka web.xml, kemudian tambahkan code berikut :

<servlet>
<servlet-name>action</servlet-name>
<servlet-class> org.apache.struts.action.ActionServlet
</servlet-class>
<init-param>
<param-name>config</param-name>
<param-value>/WEB-INF/struts-config.xml</param-value>
</init-param>
<load-on-startup>1</load-on-startup>
</servlet>

<servlet-mapping>
<servlet-name>action</servlet-name>
<url-pattern>*.do</url-pattern>
</servlet-mapping>

Kemudian buatlah 2 package untuk class bean dan class actionnya, seperti contoh berikut :

package

Kemudian, buatlah kelas bean pada package bean untuk login, untuk mempermudah anda, copykan code berikut :

package com.sars.bean;

import javax.servlet.http.HttpServletRequest;
import org.apache.struts.action.ActionErrors;
import org.apache.struts.action.ActionForm;
import org.apache.struts.action.ActionMapping;
import org.apache.struts.action.ActionMessage;

public class LoginForm extends ActionForm {
/**
*
*/
private static final long serialVersionUID = 1L;
private String userName;
private String password;

public ActionErrors validate(ActionMapping mapping,
HttpServletRequest request) {
ActionErrors actionErrors = new ActionErrors();
if (userName == null || userName.trim().equals(“”)) {
actionErrors.add(“userName”, new ActionMessage(“error.username”));
}
try {
if (password == null || password.trim().equals(“”)) {
actionErrors.add(“password”,
new ActionMessage(“error.password”));
}

} catch (Exception e) {
e.printStackTrace();
}
return actionErrors;
}

public String getUserName() {
return userName;
}

public void setUserName(String userName) {
this.userName = userName;
}

public String getPassword() {
return password;
}

public void setPassword(String password) {
this.password = password;
}

}

Kemudian di package actionnya tambahkan kelas login actionnya, seperti code berikut ini :

package com.sars.struts_action;

import javax.servlet.http.HttpServletRequest;
import javax.servlet.http.HttpServletResponse;
import org.apache.struts.action.Action;
import org.apache.struts.action.ActionForm;
import org.apache.struts.action.ActionForward;
import org.apache.struts.action.ActionMapping;
import com.sars.bean.LoginForm;

public class LoginAction extends Action {
public ActionForward execute(ActionMapping mapping, ActionForm form,
HttpServletRequest request, HttpServletResponse response)
throws Exception {

String target = null;
LoginForm loginForm = (LoginForm) form;

if (loginForm.getUserName().equals(“sarwo”)
&& loginForm.getPassword().equals(“oke”)) {
target = “success”;
request.setAttribute(“message”, loginForm.getUserName());
} else {
target = “failure”;
}
return mapping.findForward(target);

}
}

Kemudian buat package untuk resource properties dan juga buatkan file properties seperti berikut

resource_package

Kemudian di file properties yang anda buat tadi, tambahkan code berikut :

label.username = Login Detail
label.password = Password
label.welcome = Welcome
error.username =Username is not entered.

kemudian buat  halaman jsp

1. modifikasi index.jsp dibawah webcontent seperti berikut ini :

<%@taglib uri=”http://jakarta.apache.org/struts/tags-html&#8221; prefix=”html”%>
<%@taglib uri=”http://jakarta.apache.org/struts/tags-bean&#8221; prefix=”bean” %>
<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd”&gt;

<html>
<head>
<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=ISO-8859-1″>
<title>Login Page</title>
</head>
<body>
<h1>Login</h1>
<html:form action=”login”>
<bean:message key=”label.username” />
<html:text property=”userName”></html:text>
<html:errors property=”userName”/>
<br/>
<bean:message key=”label.password”/>
<html:password property=”password”></html:password>
<html:errors property=”password”/>
<html:submit/>
<html:reset/>
<br/>

</html:form>

</body>
</html>

2. welcome.jsp dibawah folder WEB-INF –> page (kalau belum ada, buatlah folder ini)

page

code jsp anda akan seperti berikut ini

<%@ page language=”java” contentType=”text/html; charset=ISO-8859-1″
pageEncoding=”ISO-8859-1″%>
<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd”&gt;
<html>
<head>
<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=ISO-8859-1″>
<title>Login Page using struts by super sars</title>
</head>
<body>
<%
String message = (String)request.getAttribute(“message”);
%>
<h1>Welcome <%= message %></h1>

</body>
</html>

3.failure.jsp

<%@ page language=”java” contentType=”text/html; charset=ISO-8859-1″
pageEncoding=”ISO-8859-1″%>
<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd”&gt;
<html>
<head>
<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=ISO-8859-1″>
<title>Login Page using struts by super sars</title>
</head>
<body>
<%
String message = (String)request.getAttribute(“message”);
%>
<h1>Welcome <%= message %></h1>
<br>
</body>
</html>

Kemudian, buatlah file xml dengan nama struts-config.xml, dan tambahkan code berikut ini :

<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>
<!DOCTYPE struts-config PUBLIC “-//Apache Software Foundation//DTD Struts Configuration 1.2//EN” “http://jakarta.apache.org/struts/dtds/struts-config_1_2.dtd”&gt;
<struts-config>
<data-sources>
</data-sources>
<form-beans>
<form-bean name=”LoginForm” type=”com.sars.bean.LoginForm”/>
</form-beans>
<global-exceptions>
</global-exceptions>
<global-forwards>
</global-forwards>
<action-mappings>
<action path=”/login” name=”LoginForm” type=”com.sars.struts_action.LoginAction” validate=”true” input=”/index.jsp”>
<forward name=”success” path=”/WEB-INF/pages/welcome.jsp”/>
<forward name=”failure” path=”/WEB-INF/pages/failure.jsp”/>
</action>
</action-mappings>
<message-resources parameter=”MessageResource”/>
</struts-config>

sekarang, run on server

run

run

welcome

mudah kan🙂

cheer…

sekarang tambahan untuk user managementnya

buat class baru pada package action

user_Action

kemudian, masukkan code berikut pada class yang telah anda buat :

package com.sars.struts_action;

import javax.servlet.http.HttpServletRequest;
import javax.servlet.http.HttpServletResponse;
import org.apache.struts.action.ActionForm;
import org.apache.struts.action.ActionForward;
import org.apache.struts.action.ActionMapping;
import org.apache.struts.actions.DispatchAction;

public class UserManagementAction extends DispatchAction {
public ActionForward create(ActionMapping mapping, ActionForm form,
HttpServletRequest request, HttpServletResponse response)
throws Exception {
request.setAttribute(“message”, “User created succesfully”);
return mapping.findForward(“success”);
}

public ActionForward delete(ActionMapping mapping, ActionForm form,
HttpServletRequest request, HttpServletResponse response)
throws Exception {
request.setAttribute(“message”, “User deleted successfully”);
return mapping.findForward(“success”);
}

public ActionForward update(ActionMapping mapping, ActionForm form,
HttpServletRequest request, HttpServletResponse response)
throws Exception {
request.setAttribute(“message”, “User updated successfully”);
return mapping.findForward(“success”);
}

public ActionForward block(ActionMapping mapping, ActionForm form,
HttpServletRequest request, HttpServletResponse response)
throws Exception {
request.setAttribute(“message”, “User blocked successfully”);
return mapping.findForward(“success”);
}
}

kemudian editlah struts-config.xml, hingga seperti berikut :

<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>
<!DOCTYPE struts-config PUBLIC “-//Apache Software Foundation//DTD Struts Configuration 1.2//EN” “http://jakarta.apache.org/struts/dtds/struts-config_1_2.dtd”&gt;
<struts-config>
<data-sources>
</data-sources>
<form-beans>
<form-bean name=”LoginForm” type=”com.sars.bean.LoginForm”/>
</form-beans>
<global-exceptions>
</global-exceptions>
<global-forwards>
</global-forwards>
<action-mappings>
<action path=”/login” name=”LoginForm” type=”com.sars.struts_action.LoginAction” validate=”true” input=”/index.jsp”>
<forward name=”success” path=”/WEB-INF/pages/welcome.jsp”/>
<forward name=”failure” path=”/WEB-INF/pages/failure.jsp”/>
</action>
<action path=”/user” type=”com.sars.struts_action.UserManagementAction” parameter=”parameter”>
<forward name=”success” path=”/WEB-INF/pages/UserSuccess.jsp”/>
<forward name=”failure” path=”/WEB-INF/pages/failure.jsp”/>
</action>
</action-mappings>
<message-resources parameter=”MessageResource”/>
</struts-config>

kemudian buatlah halaman jsp berikut  di bawah Webcontent

<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>
<!DOCTYPE struts-config PUBLIC “-//Apache Software Foundation//DTD Struts Configuration 1.2//EN” “http://jakarta.apache.org/struts/dtds/struts-config_1_2.dtd”&gt;
<struts-config>
<data-sources>
</data-sources>
<form-beans>
<form-bean name=”LoginForm” type=”com.sars.bean.LoginForm”/>
</form-beans>
<global-exceptions>
</global-exceptions>
<global-forwards>
</global-forwards>
<action-mappings>
<action path=”/login” name=”LoginForm” type=”com.sars.struts_action.LoginAction” validate=”true” input=”/index.jsp”>
<forward name=”success” path=”/WEB-INF/pages/welcome.jsp”/>
<forward name=”failure” path=”/WEB-INF/pages/failure.jsp”/>
</action>
<action path=”/user” type=”com.sars.struts_action.UserManagementAction” parameter=”parameter”>
<forward name=”success” path=”/WEB-INF/pages/UserSuccess.jsp”/>
<forward name=”failure” path=”/WEB-INF/pages/failure.jsp”/>
</action>
</action-mappings>
<message-resources parameter=”MessageResource”/>
</struts-config>

Kemudian tambahkan page UserSukses.jsp pada folder page dibawah folder WEB-INF

<%@ page language=”java” contentType=”text/html; charset=ISO-8859-1″
pageEncoding=”ISO-8859-1″%>
<%@taglib uri=”http://jakarta.apache.org/struts/tags-html&#8221; prefix=”html”%>
<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd”&gt;
<html>
<head>
<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=ISO-8859-1″>
<title>Dispatch Action</title>
</head>
<body>
<h3>User Message</h3>
<center>
<font color=”red”>  <%= request.getAttribute(“message”) %> </font>
</center>
<a href=”UserManagement.jsp”>Back</a>
</body>
</html>

langkah terakhir, tambahkan link pada welcome.jsp untuk mengakses usermanagement.jsp

kemudian run as server, so easy huh🙂

user_manage

user_sukses

Mengalami kesulitan? Anda bisa mendownload code saya di my share box, pojok kanan bawah yang bernama StrutsCoba…
🙂
cheers…

“Ayoo, cepet.. keburu telat nih.. udah jam 6 pagi,, “, aku berkata dalam hatiku kepada si sopir kendaraan. Maklum, waktu itu aku masih kelas 2 smp, nah malemnya abis nonton wayang kulit yang didalangi ki mantheb sudarsono. Tau nonton dimana? ditengah alas purwo, daerah yang dikenal angker. Hampir setiap satu syuro, ki mantheb selalu mengadakan pagelaran disana, dan diselenggarakan dengan gratis tis tis…

Btw, ngomong ngomong soal alas purwo, masyarakat di sekitarku, mengenal daerah itu adalah daerah mistis, daerah yang angker, konon menurut ki badranaya, tetanggaku yang udah sepuh, ada gunung yang hanya tampak oleh orang orang tertentu, dan gunung itu di lingkari oleh ular berkepala manusia mengenakan mahkota. Dan juga menurutnya, ada salah satu pangeran kerajaan mataram yogya, yang berdiam disitu,,,

well, itulah bagian2 mistis dari alas purwo. Namun setelah beberapa tahun tidak kesana, akhirnya kesana juga pas kelas 1 sma. Dan akan saya ulas, ternyata alas purwo merupakan tempat yang sangat indah. Berikut ulasannya

Alas Purwo National Park

ngagelanWild life reserve at the Blambangan Peninsula is also known as “Alas Purwo”. Alas means forest or jungle and purwo is the beginning of everything. The width of Alas Purwo is 42 hectares square which is completed by many kind of wild animals, especially the species of banteng (Bos javanicus), deer, pics, andpeacocks. There are many caves in the forest which are blanketed by many kinds of plantations.

The visitors can meet many Javanese Bull here, especially in the dry season where many bulls are wandering outside the park to get into water sources. Some other endangered animals are also pretected here, they are: Cuon alpinus, Muntiacus muntjak, Cervus timorensis, Presbytis cristata, Pavo muticus, Gallus sp., Olive ridely turtle, Dermochelys coriacea, Eretmochelys imbricata and Chelonia mydas.

Beside its fauna, Alas Purwo also protectect some endangered flora, such as; Terminalia catappa, Calophyllum inophyllum, Sterculia foetida, Baringtonia asiatica and Manikara kauki.

Wanna see much detail about Alas Purwo collections? Like to have adventurous travel?
Visit Alas Purwo National Park in Banyuwangi.

Paparan pemda

Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa.

Tumbuhan khas dan endemik pada taman nasional ini yaitu sawo kecik (Manilkara kauki) dan bambu manggong (Gigantochloa manggong). Tumbuhan lainnya adalah ketapang (Terminalia cattapa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kepuh (Sterculia foetida), keben (Barringtonia asiatica), dan 13 jenis bambu.

Taman Nasional Alas Purwo merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus gallus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), dan kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis). Satwa langka dan dilindungi seperti penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas) biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s/d September.

Pada periode bulan Oktober-Desember di Segoro Anakan dapat dilihat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia diantaranya cekakak suci (Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola).

Plengkung yang berada di sebelah Selatan Taman Nasional Alas Purwo telah dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan G-Land. Sebutan G-land dapat diartikan, karena letak olahraga selancar air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G. Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.

Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.

Anak Lutung (Trachypithecus auratus)

Masyarakat sekitar taman nasional sarat dan kental dengan warna budaya “Blambangan”. Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram, dan meyakini bahwa di hutan taman nasional masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring.

Oleh karena itu, tidaklah aneh apabila banyak orang-orang yang melakukan semedhi maupun mengadakan upacara religius di Goa Padepokan dan Goa Istana. Di sekitar pintu masuk taman nasional (Rowobendo) terdapat peninggalan sejarah berupa “Pura Agung” yang menjadi tempat upacara umat Hindu yaitu Pagerwesi. Upacara tersebut diadakan setiap jangka waktu 210 hari.

Taman nasional ini memiliki ragam obyek dan daya tarik wisata alam dan wisata budaya (sea, sand, sun, forest, wild animal, sport and culture) yang letaknya tidak begitu jauh satu sama lain.

banteng-alas-purwo

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Sadengan.
Terletak 12 km (30 menit) dari pintu masuk Pasaranyar, merupakan padang pengembalaan satwa seperti banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan dan burung-burung.
Trianggulasi. Terletak 13 km dari pintu masuk Pasaranyar berupa pantai pasir putih dengan formasi hutan pantai untuk kegiatan wisata bahari dan berkemah.
Pantai Ngagelan. Terletak 7 km dari Trianggulasi untuk melihat beberapa jenis penyu mendarat untuk bertelur di pantai dan aktivitas penangkaran penyu.
Plengkung. Melihat perselancar profesional tingkat dunia yang sedang melakukan atraksi dan wisata penelusuran hutan.
Bedul Segoro Anak. Bersampan, berenang, ski air di danau dan pengamatan burung migran dari Australia.
Goa. Terdapat 40 buah tempat yang dapat disebut sebagai goa alam dan buatan antara lain Goa Jepang untuk melihat peninggalan dua buah meriam sepanjang 6 meter, Goa Istana, Goa Padepokan dan goa lainnya untuk wisata budaya dan wisata goa.

plengkung wave

Just take a look wonderful beach. This is plengkung beach, the second highest wave in the world after hawaii. Wanna surf? here you go…

Demikianlah keindahan alas purwo, tempat yang sangat indah, komplit, antara gunung, pantai, savana, hutan liar, goa, tempat2 mistis, semua ada disini.

Oke, guys, mari lestarikan negeri ini, mari kita pelihara, mari kita jaga, dan mari kita optimalkan semua potensi negeri ini. For laros, jenggirat tangi...

Indonesia memang memiliki potensi luar sumber daya yang luar biasa.
Alam yang mempesona, potensi hasil tambang yang takkan habis sampai tujuh
turunan, anugerah perikanan dan pertanian yang memanjakan bangsa.
Akan tetapi, sangat disayangkan, dalam optimalisasi potensi yang menak
jubkan tersebut, masih jauh dari harapan. Termasuk keindahan suatu
wilayah, yang selama ini lebih terkenal mistis dibandingkan keindahannya.
Lebih dikenal sebagai daerah tapel kuda dibanding potensi yang begitu
luar biasa. Inilah daerah yang belum pernah terjamah di pulau jawa, Banyuwangi.

Banyuwangi, yang dalam makna bahasanya adalah air harum, merupakan
daerah yang “terabaikan”. Sejarah nama kota ini, diulas dengan menarik
dalam sejarah ini.

Sejarah

Merujuk data sejarah yang ada, sepanjang sejarah Blambangan kiranya tanggal 18 Desember 1771 merupakan peristiwa sejarah yang paling tua yang patut diangkat sebagai hari jadi Banyuwangi. Sebelum peristiwa puncak perang Puputan Bayu tersebut sebenarnya ada peristiwa lain yang mendahuluinya, yang juga heroik-patriotik, yaitu peristiwa penyerangan para pejuang Blambangan di bawah pimpinan Pangeran Puger ( putra Wong Agung Wilis ) ke benteng VOC di Banyualit pada tahun 1768.

Namun sayang peristiwa tersebut tidak tercatat secara lengkap pertanggalannya, dan selain itu terkesan bahwa dalam penyerangan tersebut kita kalah total, sedang pihak musuh hampir tidak menderita kerugian apapun. Pada peristiwa ini Pangeran Puger gugur, sedang Wong Agung Wilis, setelah Lateng dihancurkan, terluka, tertangkap dan kemudian dibuang ke Pulau Banda ( Lekkerkerker, 1923 ).

Berdasarkan data sejarah nama Banyuwangi tidak dapat terlepas dengan keajayaan Blambangan. Sejak jaman Pangeran Tawang Alun (1655-1691) dan Pangeran Danuningrat (1736-1763), bahkan juga sampai ketika Blambangan berada di bawah perlindungan Bali (1763-1767), VOC belum pernah tertarik untuk memasuki dan mengelola Blambangan ( Ibid.1923 :1045 ).

Pada tahun 1743 Jawa Bagian Timur ( termasuk Blambangan ) diserahkan oleh Pakubuwono II kepada VOC, VOC merasa Blambangan memang sudah menjadi miliknya. Namun untuk sementara masih dibiarkan sebagai barang simpanan, yang baru akan dikelola sewaktu-waktu, kalau sudah diperlukan. Bahkan ketika Danuningrat memina bantuan VOC untuk melepaskan diri dari Bali, VOC masih belum tertarik untuk melihat ke Blambangan (Ibid 1923:1046).

Namun barulah setelah Inggris menjalin hubungan dagang dengan Blambangan dan mendirikan kantor dagangnya (komplek Inggrisan sekarang) pada tahun 1766 di bandar kecil Banyuwangi ( yang pada waktu itu juga disebut Tirtaganda, Tirtaarum atau Toyaarum), maka VOC langsung bergerak untuk segera merebut Banyuwangi dan mengamankan seluruh Blambangan. Secara umum dalam peprangan yang terjadi pada tahun 1767-1772 ( 5 tahun ) itu, VOC memang berusaha untuk merebut seluruh Blambangan. Namun secara khusus sebenarnya VOC terdorong untuk segera merebut Banyuwangi, yang pada waktu itu sudah mulai berkembang menjadi pusat perdagangan di Blambangan, yang telah dikuasai Inggris.

Dengan demikian jelas, bahwa lahirnya sebuah tempat yag kemudian menjadi terkenal dengan nama Banyuwangi, telah menjadi kasus-beli terjadinya peperangan dahsyat, perang Puputan Bayu. Kalau sekiranya Inggris tidak bercokol di Banyuwangi pada tahun 1766, mungkin VOC tidak akan buru-buru melakukan ekspansinya ke Blambangan pada tahun 1767. Dan karena itu mungkin perang Puputan Bayu tidak akan terjadi ( puncaknya ) pada tanggal 18 Desember 1771. Dengan demikian pasti terdapat hubungan yang erat perang Puputan Bayu dengan lahirnya sebuah tempat yang bernama Banyuwangi. Dengan perkataan lain, perang Puputan Bayu merupakan bagian dari proses lahirnya Banyuwangi. Karena itu, penetapan tanggal 18 Desember 1771 sebagai hari jadi Banyuwangi sesungguhnya sangat rasional.

gandrung dance

Gandrung Dance

The word “Gandrung” comes from the Javanese word that means “desperately in love”. It means that they are in love with the goddess of the rice paddy, Dewi Sri, that brings prosperity to the people of Banyuwangi who are mostly employed as farmers. In gratitude for the good harvest, the people organize a performance which is called “Gandrung” because the farmers were in love with the goddess of the rice paddy.

The Gandrung performance used to be performed at night, running from 09 PM until 04 AM. This traditional art is performed during the day as well to especially welcome distinguished guests.

Gandrung dance that dominated with special orchestration is one of traditional art in Banyuwangi and become the characteristic symbol of Banyuwangi. So, in every event Banyuwangi always has similarity name with Gandrung. In fact, Banyuwangi is often called Gandrung City and in almost every corner of Banyuwangi, we can found Gandrung dance statue. Gandrung is often perform in many event, such as; marriage, Pethik Laut (marine ceremony), circumcision event, anniversary, and the others events.

Plengkung beach

  • Plengkung

Ombak di Plengkung merupakan ombak yang terbaik di dunia. Pantai Plengkung ini merupakan surga pagi para Peselancar. Di kawasan pantai ini juga terdapat Gua yang sering digunakan sebagai tempat bermeditasi. Yang menjadi keunikan dari Pantai ini adalah terdapatnya Pura yang berada di tengah hutan.

Segitu dulu deh, tulisan hari ini..

buat all laros,  jenggirat tangi lek…